Source text in English | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
The winning entry has been announced in this pair.There were 6 entries submitted in this pair during the submission phase. The winning entry was determined based on finals round voting by peers.Competition in this pair is now closed. |
[...] “Aku punya usulan.” Ia sedikit membungkuk seperti April temanku ketika hendak menceritakan suatu rahasia, meski yang dikatakan April cuma rahasia sepele atau malah sudah jadi rahasia umum. “Jika kau tak memberi tahu orang lain tentangku, aku bisa menyembuhkan matamu.” “Pergi dari sini!” Makhluk itu mengerjap beberapa kali. “Memang niatku begitu.” “Bukan, maksudku, kau tidak bisa menyembuhkan mataku!” “Kenapa tidak?” “Cuma dengan kacamata aku bisa melihat dengan normal.” “Aku punya kekuatan ajaib. Akan kubuktikan asalkan…” “…aku merahasiakan keberadaanmu?” “Tepat sekali. Itu kuncinya.” “Aku harus yakin dulu kau tidak akan membuatku buta. Siapa tahu kau seperti penjual yang suka mengobral janji palsu lewat telepon. Tangan makhluk itu kembali berputar-putar seperti sedang memoles bodi mobil. “Aku takkan berbuat jahat pada mereka yang tidak menyakitiku.” “Artinya, kalau aku menyakitimu, kau bisa membuatku buta?” “Itu sifatnya rahasia.” “Jadi, setelah menyembuhkan mataku dan memastikan aku menepati permintaanmu, kau akan meninggalkan ladang kami?” “Tepat sekali!” [...] | Entry #37928 — Discuss Winner
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
“Kutawari kau satu hal.” Dia condongkan badannya mendekatiku, seperti temanku, April, waktu mau menceritakan sebuah rahasia—padahal rahasianya nggak pernah ada yang menarik, dan sebenarnya juga bukan rahasia. “Asal kau tak memberi tahu siapa pun tentang keberadaanku di sini, aku bisa sembuhkan matamu.” “Huh, minggat saja sana!” Dia mengerjap beberapa kali. “Memang itu yang sedang berusaha kulakukan.” “Maksudku, mana mungkin kamu bisa!” “Mengapa begitu?” “Selama ini nggak ada yang bisa menyembuhkan mataku. Paling-paling aku cuma bisa pakai kacamata.” “Aku punya kelebihan. Bisa kuperlihatkan, asalkan…” “…aku tidak bilang siapa-siapa soal kamu?” “Ya, itulah yang penting—itulah intinya.” “Jangan-jangan kamu nanti malah membuatku buta? Mana tahu kamu ternyata seperti tenaga promosi yang suka mengobral janji.” Tangannya mulai berputar-putar ala karate lagi. “Tiada mungkin aku berbuat begitu pada makhluk yang tak pernah menyakitiku.” “Jadi, kalau kusakiti kamu, kamu bakal membuatku buta?” “Perihal itu dirimu tak perlu tahu.” “Lalu, setelah kamu sembuhkan mataku, dan aku nggak bilang siapa-siapa soal kamu, kamu bakal menyingkir dari ladang kami?” “Ya, seperti itulah intinya!” | Entry #38303 — Discuss
|
“Ada penawaran buatmu.” Ia membungkuk maju seperti kebiasaan kawanku April saat ia ingin menceritakan suatu rahasia, meskipun rahasianya tak ada satu pun yang seru. Atau bahkan bisa dibilang rahasia. “Kalau kamu tidak bilang siapa pun aku ada di sini, aku bisa sembuhkan matamu.” “Yang benar saja!” Ia mengerjapkan mata beberapa kali. “Itulah yang saat ini sedang kucoba lakukan.” “Maksudku, kamu tidak mungkin bisa!” “Kenapa tidak?” “Bagaimana ya, tak ada orang lain yang bisa sembuhkan mataku selama ini, selain dari lewat kacamata.” “Aku punya kemampuan khusus. Nanti kamu lihat sendiri, asalkan…” “…Aku tidak bilang siapa-siapa tentang kamu?” “Itu esensinya, itu intisarinya.” “Dari mana kutahu kamu takkan malah bikin aku buta? Kamu bisa saja seperti salesman TV yang banyak bikin janji, tapi sebetulnya bohong semua.” Ia kembali bolak-balik muncul-hilang-muncul-hilang. “Aku takkan melakukan hal semacam itu pada makhluk yang tak pernah menyakitiku.” “Artinya kalau aku menyakitimu, kamu bisa bikin aku buta?” “Itu rahasiaku pribadi.” “Dan kalau kamu sembuhkan mataku, dan aku tidak cerita siapa-siapa tentang kamu, kamu akan tinggalkan ladang kami?” “Ya memang itu intinya!” | Entry #38092 — Discuss
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
[...] “Aku punya usul.” Ia mencondongkan badannya ke depan seperti yang dilakukan April, temanku, saat ingin menceritakan sebuah rahasia, meskipun rahasianya tidak ada satu pun yang bagus. Atau apakah memang benar rahasia. “Kalau kamu tidak memberi tahu siapa pun bahwa aku ada di sini, aku bisa perbaiki matamu.” “Aku tidak percaya!” Ia berkedip beberapa kali. “Itulah yang aku coba lakukan.” Maksudku, tidak mungkin kamu bisa melakukan itu! "Mengapa tidak?" “Yah, belum ada orang yang bisa memperbaiki mataku, selain memakai kacamata.” “Aku memiliki kemampuan tertentu. Kamu akan lihat, asalkan…” “…Aku tidak memberi tahu siapa pun tentangmu?” “Tepat, betul sekali.” “Bagaimana aku tahu kamu tidak akan membuatku buta? Kamu bisa jadi seperti salah satu pedagang lewat telepon yang hanya berjanji tapi ternyata bohong sepenuhnya.” Ia mulai berkata bijak lagi. “Aku tidak akan melakukan itu kepada makhluk yang tidak menyakitiku.” Berarti, jika aku membahayakanmu, kamu bisa membuatku buta? “Itu bisa dipahami nanti saja.” “Dan jika kamu memperbaiki mataku, dan aku tidak memberi tahu siapa pun tentangmu, kamu akan pergi dari ladang kami?” “Tepat sekali!” [...] | Entry #37547 — Discuss
|
[...] “Aku punya usul.” Hal itu membuatku membungkuk ke depan seperti yang dilakukan temanku, April, ketika ia ingin menceritakan sebuah rahasia, meskipun tak satu pun ada yang bagus dari rahasianya. Bahkan bukan benar-benar rahasia. “Jika kamu tidak memberitahu siapa pun bahwa aku ada di sini, aku bisa memperbaiki matamu.” “Tinggalkan kota ini!” Matanya berkedip-kedip. “Itu yang sedang berusaha aku lakukan.” “Maksudku, kamu tidak dapat melakukannya!” “Kenapa tidak?” “Sebenarnya, tidak seorang pun mampu memperbaiki mataku, kecuali dengan kacamata.” “Aku memiliki kemampuan tertentu. Kamu akan lihat, asalkan…” “…Aku tidak menceritakan tentang kamu kepada siapa pun?” “Itulah prinsip dari hal ini, itulah intinya.” “Bagaimana aku tahu bahwa kamu tidak menyesatkan aku? Kamu bisa saja seperti salah satu dari telemarketer yang suka membuat janji tapi benar-benar berbohong.” Ia mulai mengibas-ngibaskan tangannya lagi. “Aku tidan akan melakukan hal seperti itu kepada mahkluk yang tidak pernah menyakitiku.” “Artinya jika aku menyakitimu, kamu bisa membuatku buta?” “Hanya itu yang perlu diketahui.” “Jika kamu memperbaiki mataku, dan aku tidak memberitahu seorang pun tentang hal ini, kamu akan meninggalkan ladang kami?” “Itulah intinya!” [...] | Entry #38057 — Discuss
|
[...] "Aku punya penawaran." Ia mencondongkan dirinya ke depan seperti yang April-temanku-lakukan ketika dia ingin menceritakan rahasia, meskipun tidak ada satu pun rahasianya itu yang berguna atau bahkan memang benar-benar rahasia. "Jika kamu tidak memberitahu siapa pun bahwa aku berada di sini, aku bisa memperbaiki matamu." "Keluarlah dari kota ini!" Ia mengedipkan matanya beberapa kali. "Itulah hal yang ingin kucoba lakukan." "Maksudku, kamu tidak bisa melakukannya!" "Mengapa tidak?" "Yah, tidak ada seorang pun yang mampu memperbaiki mataku, di samping dengan kacamata." "Aku punya kemampuan khusus. Kamu akan mengetahuinya, asalkan..." "...Aku tidak menceritakan kepada siapa pun tentang kamu?" "Itulah intinya, itulah hal utamanya." "Bagaimana aku bisa tahu kamu takkan membuatku buta? Kamu bisa saja seperti salah seorang pemasar yang berjanji ini itu namun nyatanya berbohong." Ia mulai berusaha dengan gigih lagi. "Aku takkan melakukan hal seperti itu kepada makhluk yang tidak menjahatiku." "Itu artinya jika aku menjahatimu, kamu bisa membuatku menjadi buta?" "Jawabannya hanya untuk orang yang memang harus mengetahuinya." "Dan jika kamu memperbaiki mataku dan aku tidak mengatakan kepada siapa pun tentang kamu, kamu akan pergi dari ladang kami?" "Itulah intinya!" [...] | Entry #38002 — Discuss
|